Title:


Berat bayi lahir rendah dan ASI eksklusif terhadap kejadian stunting pada balita


Author:


Mail Sumiyati Sumiyati(1*)

(1) Poltekkes Kemenkes Semarang, Indonesia
(*) Corresponding Author
10.32536/jrki.v6i1.204| Abstract views : 491 | PDF views : 123

Abstract


Latar belakang: Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita yang masih menjadi tantangan besar yang dihadapi bangsa Indonesia. Semua pihak berkewajiban memperhatikan tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan, masa bayi dan balita. Tujuan penelitian: Mengetahui faktor risiko stunting dengan berat badan lahir dan riwayat pemberian Air Susu Ibu. Metode : Desain penelitian  ini case control, populasi balita 24-59 bulan sebanyak 201 anak. Pengambilan sampel sebanyak 67 balita, kelompok kasus 34 balita dan kelompok kontrol 34 balita, teknik pengambilan sampel simple random sampling. Hasil: Hasil penelitian ini yaitu berat badan lahir kurang 2.500 gram berisiko 5,760 kali lebih besar mengalami stunting (p=0,021). Balita yang diberikan Air Susu Ibu Eksklusif berisiko 3,429  kali lebih kecil mengalami stunting dibandingkan tidak diberikan Air Susu Ibu (p=0,015). Simpulan: Faktor yang paling dominan mempengaruhi stunting pada balita yaitu pemberian Air Susu Ibu Eksklusif dibandingkan faktor risiko riwayat berat badan lahir.


Keywords


Bayi berat lahir rendah; ASI Eksklusif; Stunting; Balita;

Full Text:

PDF

References


Aryastami, N. K. et al. (2017) ‘Low birth weight was the most dominant predictor associated with stunting among children aged 12-23 months in Indonesia’, BMC Nutrition, 3(1), pp. 1–6. doi: 10.1186/s40795-017-0130-x.

Astutik, Rahfiludin, M. Z. and Aruben, R. (2018) ‘Faktor Risiko Kejadian Anak balita Usia 24-59 bulan (Studi Kasus di Wilayah Kerja Puskesmas Gabus II Kabupaten Pati Tahun 2017)’, 6, pp. 409–418.

Harjatmo, T. P., Par’i, H. M. and Hiyono, S. (2017) Buku Ajar Gizi Penilaian Status Gizi. Jakarta.

Hendraswari, C. A. et al. (2021) ‘The determinants of stunting for children aged 24-59 months in Kulon Progo District 2019’, Kesmas, 16(2), pp. 71–77. doi: 10.21109/KESMAS.V16I2.3305.

Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (2017) ‘Buku saku desa dalam penanganan stunting’, Buku Saku Desa Dalam Penanganan Stunting, p. 42.

Kementerian Kesehatan RI (2015) Buku Ajar Kesehatan Ibu dan Anak Continuum of Carelife Cycle. Kedua. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan.

Kementerian Kesehatan RI (2018a) Buletin Jendela dan data Informasi Kesehatan. Jakarta: Pusat Data Dan Informasi Kementerian Kesehatan Indonesia,.

Kementerian Kesehatan RI (2018b) HASIL UTAMA RISKESDAS 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Kementerian Kesehatan RI (2019) Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh kembang Anak Di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Nasrul et al. (2015) ‘Faktor Risiko Stunting Usia 6-23 Bulan di Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto’, Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 11(3), pp. 139–146. doi: http://dx.doi.org/10.30597/mkmi.v11i3.

Nurkharimah, Hasanah, O. and Bayhakki (2016) ‘Hubungan Durasi Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Anak’, (February), pp. 184–192.

Sari, I. P., Ardillah, Y. and Rahmiwati, A. (2020) ‘Berat bayi lahir dan kejadian stunting pada anak usia 6-59 bulan di Kecamatan Seberang Ulu I Palembang’, Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition), 8(2), pp. 110–118. doi: 10.14710/jgi.8.2.110-118.

Singh, A., Upadhyay, A. K. and Kumar, K. (2017) ‘Birth Size, Stunting and Recovery from Stunting in Andhra Pradesh, India: Evidence from the Young Lives Study’, Maternal and Child Health Journal, 21(3), pp. 492–508. doi: 10.1007/s10995-016-2132-8.

Sulistianingsih, A. and Sari, R. (2018) ‘ASI eksklusif dan berat lahir berpengaruh terhadap stunting pada balita 2-5 tahun di Kabupaten Pesawaran’, Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 15(2), p. 45. doi: 10.22146/ijcn.39086.

Vonaesch, P. et al. (2017) ‘Factors associated with stunting in healthy children aged 5 years and less living in Bangui (RCA)’, PLoS ONE, 12(8). doi: 10.1371/journal.pone.0182363.

Wahyudi, R. and Sufriani (2018) ‘Pertumbuhan dan Perkembangan Balita Stunting’, JIM FKep, IV(1), pp. 56–62.




DOI: https://doi.org/10.32536/jrki.v6i1.204

Article Metrics

Abstract view : 491 times
PDF - 123 times

Cited By

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2022 Jurnal Riset Kebidanan Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Riset Kebidanan Indonesia


Indexing by:

ipiii.png Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Jurnal Riset Kebidanan Indonesia

Diterbitkan oleh:
AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Jl. Siliwangi (Ring Road Barat) No. 63, Nogotirto, Gamping, Sleman, Yogyakarta 55292.
Telp. (0274) 4469199; CP: 081236093816; Email: aipkemajrki@gmail.com; dewik.2011@gmail.com


Creative Commons License
This work (Jurnal Riset Kebidanan Indonesia) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.