Title:


Faktor ibu, pola asuh anak, dan MPASI terhadap kejadian stunting di kabupaten Gorontalo


Author:


Mail Siti Surya Indah Nurdin(1*)
Mail Dwi Nur Octaviani Katili(2)
Mail Zul Fikar Ahmad(3)

(1) Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Indonesia
(2) Universitas Negeri Gorontalo, Indonesia
(3) Universitas Negeri Gorontalo, Indonesia
(*) Corresponding Author
10.32536/jrki.v3i2.57| Abstract views : 658 | PDF views : 220

Abstract


Latar belakang: Stunting merupakan retardasi pertumbuhan linier kurang dari standar menurut usianya. Masalah stunting masih merupakan salah satu masalah terbesar di Kabupaten Gorontalo. Tujuan penelitian: Diketahuinya pengaruh faktor ibu, pola asuh, dan variasi MPASI terhadap kejadian stunting di Kabupaten Gorontalo. Metode: Desain penelitian menggunakan Case Control Study. Seluruh balita di Kabupaten Gorontalo menjadi Populasi studi. Sampel kasus merupakan balita yang menderita stunting, dan sampel kontrol adalah balita normal. Jumlah sampel sebanyak 118 balita. Sampel kasus dipilih dengan menggunakan purposive sampling dan sampel kontrol dipilih menggunakan random sampling. Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi Square dan Logistic Regression. Hasil: pola asuh (OR = 3,901, 95% CI 1,692 – 8,994), variasi MPASI (OR = 3,260, 95% CI 1,371 – 7,750), riwayat KEK (OR = 2,482, 95% CI 1,013 – 6,081) dan pendidikan ibu (OR = 2,345, 95% CI 1,007 – 5,456). Umur ibu, pemberianASI Ekslusif, makanan pendamping ASI (MPASI), konsumsi snak hampir tiap hari, dan konsumsi mie instan > 3 kali dalam seminggu bukan merupakan faktor risiko kejadian stunting. Simpulan: Faktor ibu yaitu pendidikan ibu, riwayat KEK, pola pemberian MPASI, dan pola asuh merupakan faktor risiko kejadian stunting.

Keywords


Sangat Pendek; Pola Asuh; MPASI; KEK;

Full Text:

PDF

References


Alderman, H., & Headey, D. D. (2017). How important is parental education for child nutrition? World Development, 94, 448–464.

Aramico, B., Sudargo, T., & Susilo, J. (2016). Hubungan sosial ekonomi, pola asuh, pola makan dengan stunting pada siswa sekolah dasar di Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah. Jurnal Gizi Dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics), 1(3), 121–130.

Barker, D. J. P. (2007). Introduction: The Window of Opportunity. The Journal of Nutrition, 137(4), 1058–1059.

Beatty, A., Ingwersen, N., Leith, W., & Null, C. (2017). Stunting Prevalence and Correlates Among Children in Indonesia. Mathematica Policy Research.

DEPKES. (2011). Panduan Penyelenggaraan PMT pada balita. Jakarta: Departemen Kesehatan RI Ditjen Bina Kesehatan Masyarakat Direktorat Bina Gizi Masyarakat.

Deshmukh, P. R., Sinha, N., & Dongre, A. R. (2013). Social determinants of stunting in rural area of Wardha, Central India. Medical Journal Armed Forces India, 69(3), 213–217.

Febrina, Y., Santoso, S., & Kurniati, A. (2017). Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Bayi Baru Lahirdi RSUD Wonosari Kabupaten Gunungkidul Tahun 2016. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Hidayati, L., Hadi, H., & Kumara, A. (2010). Kekurangan energi dan zat gizi merupakan faktor risiko kejadian stunted pada anak usia 1-3 tahun yang tinggal di wilayah kumuh perkotaan Surakarta.

Kemenkes. (2013). Riset Kesehatan Dasar : Pokok-pokok Hasil Riskesdan Provinsi Gorontalo Tahun 2012. Jakarta.

Loya, R. R. P., & Nuryanto, N. (2017). Pola asuh pemberian makan pada bayi stunting usia 6-12 bulan di Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur. Journal of Nutrition College, 6(1), 84–95.

Makoka, D., & Masibo, P. K. (2015). Is there a threshold level of maternal education sufficient to reduce child undernutrition? Evidence from Malawi, Tanzania and Zimbabwe. BMC Pediatrics, 15(1), 96.

Masrul, M. (2019). Gambaran Pola Asuh Psikososial Anak Stunting dan Anak Normal di Wilayah Lokus Stunting Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat Sumatera Barat. Jurnal Kesehatan Andalas, 8(1), 112–116.

Mitra, N., & Destriyani, R. (2014). Jenis Dan Keberagaman Makanan Pendamping Air Susu Ibu Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 6–24 Bulan. Prosiding, 111.

Ningrum, E. W. (2017). Studi Korelasi Kurang Energi Kronik (Kek) Dengan Berat Badan Dan Panjang Badan Bayi Baru Lahir. Jurnal Ilmu Kesehatan (JIK) Bhamada, 8(2), 10.

Noftalina, E., Mayetti, M., & Afriwardi, A. (2019). Hubungan Kadar Zinc dan Pola Asuh Ibu dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 2–5 Tahun di Kecamatan Panti Kabupaten Pasaman. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 19(3), 565–569.

Olofin, I., McDonald, C. M., Ezzati, M., Flaxman, S., Black, R. E., Fawzi, W. W., … Penny, M. E. (2013). Associations of Suboptimal Growth with All-Cause and Cause-Specific Mortality in Children under Five Years: A Pooled Analysis of Ten Prospective Studies. PLoS ONE. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0064636

Prabandari, Y., Hanim, D., AR, R. C., & Indarto, D. (2016). Hubungan Kurang Energi Kronik dan Anemia pada Ibu Hamil dengan Status Gizi Bayi Usia 6-12 Bulan di Kabupaten Boyolali (Correlation Chronic Energy Deficiency And Anemia During Pregnancy With Nutritional Status Of Infant 6–12 Months In Boyolali Regency). Penelitian Gizi Dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research), 39(1), 1–8.

Prendergast, A. J., & Humphrey, J. H. (2014). The stunting syndrome in developing countries. Paediatrics and International Child Health. https://doi.org/10.1179/2046905514Y.0000000158

Rahmad, A. H. A. L., & Miko, A. (2016). Kajian Stunting pada Anak Balita berdasarkan Pola Asuh dan Pendapatan Keluarga Di Kota Banda Aceh. Kesmas Indonesia, 8(02), 63–79.

Renyoet, B. S., Martianto, D., & Sukandar, D. (2016). Potensi Kerugian Ekonomi Karena Stunting Pada Balita Di Indonesia Tahun 2013. Jurnal Gizi Dan Pangan, 11(3).

Soetjiningsih, & Ranuh, I. G. (2013). Tumbuh Kembang Anak (2nd ed.). Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

Sudfeld, C. R., McCoy, D. C., Danaei, G., Fink, G., Ezzati, M., Andrews, K. G., & Fawzi, W. W. (2015). Linear growth and child development in low-and middle-income countries: a meta-analysis. Pediatrics, 135(5), e1266–e1275.

WHO. (2006). WHO child growth standards: length/height-for-age, weight-for-age, weight-for-length, weight-for-height and body mass index-for-age: methods and development.

WHO. (2009). Child Growth Standards and the Identifcation of Severe Acute Malnutrition in Infants and Children. Geneva: World Health Organization.

Woldehanna, T., Behrman, J. R., & Araya, M. W. (2017). The effect of early childhood stunting on children’s cognitive achievements: Evidence from young lives Ethiopia. Ethiopian Journal of Health Development, 31(2), 75–84.




DOI: https://doi.org/10.32536/jrki.v3i2.57

Article Metrics

Abstract view : 658 times
PDF - 220 times

Cited By

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 Jurnal Riset Kebidanan Indonesia



Jurnal Riset Kebidanan Indonesia


Indexing by:

ipiii.png Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Jurnal Riset Kebidanan Indonesia

Diterbitkan oleh:
AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Jl. Siliwangi (Ring Road Barat) No. 63, Nogotirto, Gamping, Sleman, Yogyakarta 55292.
Telp. (0274) 4469199; CP: 081236093816; Email: aipkemajrki@gmail.com; dewik.2011@gmail.com


Creative Commons License
This work (Jurnal Riset Kebidanan Indonesia) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.